Manajer Mikel Arteta membela keputusan Arsenal untuk melakukan pemangkasan staf Arsenal hingga 60 posisi pekerjaan. Menurutnya, langkah itu dinilai sebagai konsekuensi yang tak terhindarkan agar klub tetap mampu meraih kesuksesan di kompetisi maupun di luar lapangan.
Arsenal yang berstatus juara Premier League disebut telah memberi tahu para karyawan yang posisinya berisiko setelah proses konsultasi yang dimulai oleh Boston Consulting Group (BCG) sebelum musim lalu berakhir. Keputusan ini muncul tak lama setelah pengumuman kontrak baru Arteta, sehingga memicu pertanyaan soal waktu dan prioritas pengeluaran klub.
Rincian Pemangkasan Staf Arsenal yang Menyasar Puluhan Posisi
Arsenal berharap jumlah pemutusan hubungan kerja dapat ditekan serendah mungkin. Klub akan berupaya merelokasi karyawan yang terdampak ke posisi lain di internal organisasi, meski sejumlah pengurangan tenaga kerja disebut kemungkinan tetap tidak bisa dihindari. Informasi ini menunjukkan bahwa proses pemangkasan belum sepenuhnya final dan masih memberi ruang bagi penyesuaian.
Berdasarkan informasi yang beredar, departemen katering dan perjalanan termasuk di antara area yang terdampak. Sementara itu, staf performa dan pelatih tim utama pria maupun wanita tidak masuk dalam cakupan pengurangan. Pemisahan ini memperlihatkan bahwa klub berusaha melindungi bagian yang berhubungan langsung dengan hasil pertandingan.
Beberapa unit lain juga dikecualikan dari tinjauan, yaitu akademi, Arsenal Women, Arsenal in the Community, Arsenal Foundation, dan tim keamanan area. Meski demikian, sejumlah bagian lain dalam operasi sepak bola yang lebih luas tetap masuk dalam proses peninjauan. Tinjauan tersebut dijalankan dan diawasi secara internal oleh managing director Richard Garlick.
Kronologi dan Alasan di Balik Keputusan Klub
Waktu pengumuman rencana pemangkasan menuai sorotan karena berselang dekat dengan kabar perpanjangan kontrak Arteta. Kontrak baru pelatih asal Spanyol itu dilaporkan bernilai lebih dari £20 juta per musim. Perbandingan antara nilai kontrak sang manajer dan penghematan biaya operasional inilah yang membuat sebagian pihak mempertanyakan skala prioritas klub.
Arsenal menegaskan bahwa proses restrukturisasi sudah dimulai jauh sebelum kesepakatan kontrak tersebut diumumkan. Laporan keuangan terbaru klub untuk kampanye 2024-25 memperlihatkan bahwa biaya operasional naik dari £148 juta pada tahun sebelumnya menjadi £201 juta. Pemilik klub, Kroenke Sports & Entertainment, disebut ingin menekan pengeluaran meski tim berhasil meraih gelar Premier League pada Mei.
Dengan kata lain, pemangkasan ini bukan respons terhadap hasil buruk di lapangan, melainkan bagian dari upaya penyesuaian struktur biaya. Klub berstatus juara, tetapi tetap menghadapi tekanan untuk menjaga keseimbangan antara belanja dan pemasukan. Kondisi ini menjelaskan mengapa efisiensi administratif dan operasional menjadi perhatian serius manajemen.
Pernyataan Arteta dan Batasan yang Diberikan Klub
Arteta mengaku telah mendapat penjelasan mengenai langkah tersebut. Menurutnya, analisis dilakukan menyeluruh di seluruh klub dengan niat untuk terus berkembang menjadi lebih baik. Ia menyebut sejumlah keputusan memang harus diambil agar orang-orang berada di peran yang tepat, sekaligus menjaga investasi demi mencapai target kesuksesan yang diinginkan klub.
Meski begitu, Arteta menegaskan bahwa dirinya bukan pihak yang tepat untuk menjawab pertanyaan soal pengurangan karyawan. Ia berharap semua pihak menghormati posisi tersebut. Klub pun menolak membiarkan Arteta menjawab pertanyaan lanjutan mengenai topik itu, sehingga seluruh penjelasan teknis diserahkan kepada pihak manajemen.
Sikap ini memperlihatkan pembagian peran yang jelas di dalam Arsenal. Arteta bertanggung jawab atas urusan tim dan performa pemain, sementara keputusan soal struktur organisasi dan keuangan berada di ranah manajemen eksekutif. Pembatasan pertanyaan juga menjadi cara klub menghindari pernyataan yang berpotensi memperkeruh situasi internal.
Dampak bagi Staf, Citra Klub, dan Arah Olahraga
Bagi para karyawan, ketidakpastian ini jelas berdampak pada kondisi kerja sehari-hari. Janji untuk merelokasi karyawan ke posisi lain memberi sedikit kelegaan, tetapi tidak menghapus kekhawatiran akan kehilangan pekerjaan. Departemen seperti katering dan perjalanan termasuk fungsi pendukung yang jarang menjadi sorotan publik, padahal perannya menopang kelancaran operasional tim.
Dari sisi citra, keputusan ini menciptakan narasi ganda: klub baru saja meraih gelar liga dan memberi kontrak besar kepada manajernya, tetapi di saat yang sama melakukan efisiensi pada tenaga kerja. Arsenal perlu menjelaskan bahwa keduanya merupakan bagian dari strategi yang sama, yaitu menjaga daya saing jangka panjang. Tanpa komunikasi yang baik, langkah ini berisiko menimbulkan ketegangan dengan para pendukung yang sensitif terhadap isu ketenagakerjaan.
Di sisi olahraga, Arteta justru terlihat aktif memperkuat struktur pendukung tim. Ia berperan penting dalam merombak departemen medis Arsenal sepanjang musim panas, termasuk kedatangan dokter tim asal Aston Villa, Arnaldo Abrantes. Arteta juga disebut memperkuat staf pendukungnya di beberapa area lain. Ini menunjukkan bahwa efisiensi biaya tidak menyentuh bagian yang dianggap menentukan performa pemain.
Konteks Lebih Luas dan Agenda Pertandingan Berikutnya
Langkah Arsenal sejalan dengan tren yang meluas di klub-klub papan atas Eropa, yang semakin berhati-hati dalam mengelola biaya operasional. Peningkatan belanja gaji, fasilitas, dan layanan pendukung membuat klub perlu meninjau ulang struktur agar tetap sehat secara finansial. Bagi klub yang menargetkan gelar setiap musim, efisiensi di area non-teknis sering menjadi pilihan yang dianggap paling realistis.
Yang perlu dicermati berikutnya adalah seberapa banyak posisi yang benar-benar dipangkas dan apakah proses relokasi karyawan berjalan sesuai rencana. Klub menyatakan berupaya menekan jumlah pengurangan, sehingga hasil akhirnya bisa berbeda dari angka maksimal yang disebutkan. Perkembangan ini akan menjadi indikator bagaimana Arsenal menyeimbangkan ambisi kompetitif dengan disiplin anggaran.
Sementara itu, fokus di lapangan tetap berjalan. Arsenal bertandang ke markas Nottingham Forest pada Minggu, laga pertama dari empat pertandingan tandang dalam lima pertemuan berikutnya. Kai Havertz diperkirakan kembali menjadi starter di depan Viktor Gyökeres, penyerang asal Swedia yang belum mencetak gol untuk Arsenal musim ini dan tampil kesulitan melawan Lille pada pertengahan pekan, setelah sebelumnya mencetak empat gol bersama tim nasional.
Arteta menilai situasi tersebut sebagai bagian biasa dari perjalanan seorang pemain. Ia menyebut tim berusaha membantu Gyökeres semaksimal mungkin dan menilai sang pemain sebenarnya tampil cukup baik pada laga sebelumnya. Menurutnya, penyerang beberapa kali berada di depan gawang tanpa pengawalan kiper, tetapi bola tidak sampai kepadanya. Arteta menekankan bahwa margin bagi seorang penyerang sangat tipis: mencetak gol atau tidak akan mengubah narasi, meski tidak mengubah pandangan tim terhadap kontribusinya.
Secara keseluruhan, pemangkasan staf Arsenal menggambarkan dilema yang dihadapi klub besar: harus tetap kompetitif di lapangan sekaligus rapi secara finansial. Arteta memilih menyerahkan urusan ketenagakerjaan kepada manajemen, sementara ia berkonsentrasi pada performa tim yang sedang mengejar konsistensi di jadwal tandang yang padat. Bagaimana klub menuntaskan proses ini akan menentukan seberapa mulus mereka melangkah menuju target berikutnya.
