Matthias Jaissle akhirnya merasakan kemenangan perdana sebagai pelatih Newcastle United. The Magpies menaklukkan West Bromwich Albion 3-2 pada putaran kedua Carabao Cup berkat dua gol Harvey Barnes yang memastikan langkah mereka ke babak ketiga. Hasil ini sekaligus menjawab keraguan yang sempat membayangi pengganti Eddie Howe itu.
Seminggu lalu, Jaissle masih berbicara dengan nada kecewa tentang “negativitas” yang mengelilingi skuad muda Newcastle yang sedang dalam masa transisi. Namun tujuh hari kemudian, tim yang sedikit kurang beruntung hanya bermain imbang melawan Liverpool di kandang pada akhir pekan lalu itu akhirnya memberikan Jaissle kemenangan kompetitif pertamanya. Meski tidak berjalan mulus menghadapi West Brom yang tampil solid, keyakinan Jaissle perlahan terbukti tidak sia-sia.
Jalannya Laga: Newcastle Bangkit dari Ketertinggalan
Newcastle sempat tertinggal lebih dulu ketika laga baru berjalan 19 menit. Saat itu West Brom memenangi tendangan bebas, dan Isaac Price melepaskan eksekusi dari jarak 25 yard yang melengkung melewati pagar betis sebelum menjebol gawang Ewen Jaouen di tiang dekat. Kiper kedua Newcastle yang berusia 20 tahun asal Prancis itu sebenarnya sempat menjangkau bola, tetapi penyelamatannya tidak cukup sempurna.
Tertinggal satu gol membuat Newcastle harus bekerja ekstra keras menghadapi permainan 4-4-2 cair racikan James Morrison. Bahkan Nick Woltemade sempat kesulitan menghadapi tekanan lini tengah West Brom. Namun perlahan, tuan rumah mulai menemukan ritme permainan mereka.
Gol penyeimbang Newcastle tercipta berkat kombinasi apik para pemain anyar. Sean Steur, gelandang berusia 18 tahun mantan Ajax, melepaskan run dan umpan cantik yang kemudian disambar Amar Dedic dengan crossing brilian. Bazoumana Touré, penyerang sayap kiri asal Pantai Gading yang direkrut dari Hoffenheim, langsung menyambar bola dari jarak dekat di bawah tekanan Chris Mepham untuk gol pertamanya bagi Newcastle. Jaissle pun mengangkat tangan merayakan gol penyeimbang tersebut.
Memasuki babak kedua, Barnes yang masuk menggantikan Touré sejak turun minum hanya butuh tiga menit untuk mencetak gol. Ia memanfaatkan bola muntah dari sepak pojok dan melepaskan tembakan yang sempat diblok sebelum akhirnya berhasil menjebol gawang pada percobaan kedua. West Brom sempat menyamakan kedudukan lewat penalti Price setelah Lewis Hall handsball di area terlarang, tetapi Barnes kembali menjadi penentu kemenangan dengan menuntaskan crossing rendah Dedic ke gawang Matt Ingram.
Kemenangan Perdana Jaissle di Tengah Keraguan
Kemenangan perdana Jaissle ini terasa istimewa mengingat tekanan yang ia hadapi dalam beberapa pekan terakhir. Sekitar waktu yang sama pekan lalu, pelatih asal Jerman itu mengungkapkan kekecewaannya terhadap nada negatif yang menyelimuti tim mudanya. Hasil imbang melawan Liverpool, ditambah kemenangan atas West Brom, perlahan meredam suara-suara skeptis.
Menariknya, Jaissle sebenarnya sudah lama diincar manajemen Newcastle. Ketika pertama kali berbicara dengan para eksekutif klub pada akhir Juli, Jaissle diperlihatkan video tentang 300.000 fans yang memadati pusat kota Newcastle saat timnya membawa pulang Carabao Cup 2025. “Mereka mencoba meyakinkan saya dengan rekaman itu, tapi sebenarnya itu tidak perlu,” ujar Jaissle.
Setelah laga usai, Jaissle tak lupa memuji kekuatan lawan sekaligus mengungkapkan kebahagiaannya. “West Brom adalah lawan yang kuat, mereka berani, dan saya akan mengikuti perkembangan mereka sekarang, tapi saya bahagia,” katanya. Ia pun menyanjung Dedic yang baru bergabung tetapi sudah tampil seperti pemain lama: “Amar bergabung terlambat, tapi seolah-olah dia sudah berada di sini selama bertahun-tahun.”
Rekrutmen Anyar yang Langsung Bersinar
Amar Dedic menjadi salah satu bintang dalam laga ini. Bek kanan senilai £30 juta yang direkrut dari Benfica itu tampil impresif dengan umpan-umpan silangnya yang mematikan. Dua dari tiga gol Newcastle lahir dari crossing Dedic: satu untuk Touré dan satu lagi untuk Barnes.
Selain Dedic, Newcastle juga memperkenalkan Nico González kepada publik St James’ Park sepuluh menit sebelum kick-off. Gelandang bertahan asal Spanyol yang didatangkan dari Manchester City dengan nilai transfer £52 juta itu disambut riuh nyanyian “Nico, Nico” dari para pendukung. González pun membalasnya dengan senyum lebar.
Sean Steur juga layak mendapat sorotan. Gelandang muda berusia 18 tahun itu memang sempat melakukan pelanggaran yang berujung pada gol tendangan bebas West Brom, tetapi ia bangkit tampil semakin percaya diri. Kombinasi Steur, Dedic, dan Touré untuk gol penyeimbang Newcastle menjadi bukti bahwa materi tim ini punya masa depan cerah.
West Brom: Lawan Berani yang Membuat Newcastle Kerepotan
West Brom sama sekali bukan lawan yang mudah. Tim asuhan James Morrison itu sedang dalam performa apik setelah memenangi dua laga perdana mereka di Championship musim ini. Para pendukung tamu yang jumlahnya sekitar 2.000 orang di Leazes End pun tampil lantang memberi dukungan penuh.
Kemenangan ini juga tidak lepas dari peran kunci Ousmane Diakité yang menguasai lini tengah, serta Isaac Price yang mencetak dua gol, termasuk satu gol indah dari tendangan bebas. Morrison bahkan menyebut timnya mampu memberi masalah nyata bagi Newcastle sepanjang laga. “Kami terus menekan Newcastle sampai akhir. Saya sempat mengobrol dengan Matthias setelah laga dan dia sangat memuji penampilan kami,” kata Morrison.
Langkah Berikutnya Newcastle
Dengan kemenangan ini, Newcastle memastikan tiket ke babak ketiga Carabao Cup dan akan bertandang ke kandang Millwall. Ini menjadi ujian berikutnya bagi Jaissle untuk membuktikan bahwa dirinya mampu meneruskan warisan Eddie Howe. Jika konsisten, bukan tidak mungkin Jaissle bisa mengulang kesuksesan pendahulunya di kompetisi ini.
Bagi para penggemar Newcastle, kemenangan ini juga memberi sinyal bahwa tim tetap kompetitif meski harus kehilangan Anthony Gordon, Sandro Tonali, dan Bruno Guimarães. Touré, yang direkrut untuk menggantikan Gordon, sudah menunjukkan naluri golnya di laga ini. Dengan materi pemain yang terus beradaptasi, St James’ Park tampaknya masih akan menjadi tempat yang hidup dan menakutkan bagi lawan.
Secara keseluruhan, kemenangan 3-2 atas West Brom menjadi momen penting bagi Jaissle di awal masa baktinya. Selain mengamankan langkah di Carabao Cup, laga ini membuktikan bahwa rekrutan anyar Newcastle mampu langsung memberi dampak. Masih ada pekerjaan rumah, terutama dari sisi pertahanan yang kebobolan dua gol, tetapi fondasi awal sudah diletakkan.
Kini Jaissle dan anak asuhnya tinggal menatap laga-laga berikutnya dengan kepercayaan diri yang meningkat. Jika tren positif ini berlanjut, bukan tidak mungkin keraguan yang sempat menghantuinya akan sepenuhnya sirna. Kemenangan perdana Jaissle ini bisa menjadi titik balik Newcastle untuk melangkah lebih jauh musim ini.
