Federico Chiesa mengaku ingin memulai “babak baru” di Liverpool di bawah asuhan manajer baru Andoni Iraola. Pemain sayap Italia itu mengalami masa frustrasi selama ditangani Arne Slot musim lalu, dan kini berharap peluangnya bermain lebih banyak terbuka lebar.
Meski mencatatkan 36 penampilan musim lalu, Chiesa hanya menjadi starter dalam lima pertandingan. Salah satu starter di Premier League terjadi saat Liverpool mengalami krisis cedera di lini depan, dan start terakhirnya adalah di kemenangan FA Cup atas Brighton pada 14 Februari.
Ketidakpuasan di Bawah Arne Slot
Pemain berusia 28 tahun itu menegaskan bahwa ia selalu berusaha memberikan yang terbaik, termasuk saat masih di bawah arahan Slot. Namun, ia merasa siap untuk peran yang lebih besar, tetapi keputusan tetap ada di tangan pelatih. “Saya merasa siap, tetapi itu tergantung pelatih apakah ia menginginkan saya bermain atau tidak,” ujar Chiesa.
Ia menambahkan bahwa pelatih memiliki rencana permainan sendiri dan ia tidak mempermasalahkannya. Kini dengan hadirnya Iraola, Federico Chiesa melihat ini sebagai awal baru yang perlu ia manfaatkan sebaik mungkin.
Belum Bicarakan Masa Depan dengan Iraola
Meski optimistis, Chiesa mengaku belum berbicara secara spesifik tentang perannya bersama Iraola. “Satu-satunya percakapan yang saya lakukan dengannya adalah soal pressing dan taktik. Ia menempatkan saya sebagai striker saat melawan Sunderland, dan ia menginginkan saya di posisi itu,” jelas mantan pemain Juventus tersebut.
Ketika ditanya soal kemungkinan kembali ke Serie A—dengan Como dan Juventus dikaitkan—Federico Chiesa menegaskan prioritasnya adalah membuktikan diri di Liverpool. “Saat ini saya bahagia di sini. Saya cinta klub, fans, dan segalanya. Saya lakukan yang terbaik untuk mendapatkan kesempatan,” katanya.
Liverpool Beruntung Lolos ke Liga Champions
Musim lalu Liverpool nyaris gagal lolos ke Liga Champions, dan Chiesa mengaku klub harus berterima kasih pada keberuntungan. “Liverpool layak mendapat lebih. Dua tahun lalu kami juara Premier League, musim lalu kami hampir kehilangan posisi Liga Champions. Kami bertarung untuk peringkat kelima, yang saat itu cukup, tapi biasanya hanya empat yang lolos. Kami beruntung,” tegasnya.
Ia menambahkan tim harus tampil lebih baik musim ini, baik di Liga Champions maupun Premier League, setelah tersingkir oleh PSG di Liga Champions musim lalu. “Kami ingin melangkah lebih jauh,” pungkas Chiesa.
Target Kembali ke Timnas Italia
Selain fokus di klub, Federico Chiesa juga berharap bisa merebut kembali tempatnya di skuad Italia. Ia absen dalam beberapa pemanggilan karena kebugaran fisik dan cedera. “Saya berbicara dengan pelatih Gennaro Gattuso, saat itu saya belum siap secara fisik. Ketika kembali pada Maret, saya cedera. Tapi saya menantikan bermain untuk tim nasional. Saya pernah menang bersama mereka (Euro 2020), dan selalu menyenangkan bermain dan menang untuk tim sendiri,” tutup Chiesa.
Era Andoni Iraola di Liverpool resmi dimulai dengan kemenangan meyakinkan atas Sunderland dalam laga uji coba di Nashville. Namun, euforia kemenangan itu sedikit terusik oleh cedera yang menimpa bek utama mereka, Joe Gomez. Masalah di lini belakang yang sudah menjadi perhatian sejak awal pramusim kini semakin memprihatinkan.
Kemenangan 3-1 atas Sunderland di Geodis Park memang terasa manis. Gol dari Dominik Szoboszlai, Federico Chiesa, dan Lewis Koumas di babak kedua memastikan Liverpool pulang dengan hasil positif. Namun, cedera Gomez yang hanya bertahan 10 menit di lapangan membuat pelatih kepala baru harus berputar otak mencari solusi pertahanan.
Gomez Cedera, Duo Muda Gantikan
Iraola tidak menutupi kekhawatirannya. “Berita terburuk adalah cedera Joe,” akunya. “Kami sempat senang karena tidak ada pemain yang cedera selama latihan, tapi nasib buruk langsung datang.” Gomez harus ditarik keluar setelah mengalami cedera awal, dan posisinya digantikan oleh dua bek tengah berusia 18 tahun, Mor Talla Ndiaye dan Ifeanyi Ndukwe. Duo remaja ini direkrut pada Januari lalu dan baru kali ini bermain bersama di pertandingan resmi pramusim.
Ketika Gomez meninggalkan lapangan, ban kapten sempat dipegang Kostas Tsimikas sebelum akhirnya beralih ke Szoboszlai saat babak pertama usai. Situasi ini menggambarkan betapa rapuhnya lini belakang Liverpool saat ini. Dengan Virgil van Dijk dan Alisson belum bergabung penuh, serta Ibrahima Konate yang sudah hengkang ke Real Madrid, beban tanggung jawab di pundak Van Dijk musim depan akan sangat besar.
Laga Perdana dengan Suasana Sepi
Pertandingan ini juga menjadi ajang penghormatan untuk legenda Kevin Keegan yang baru saja meninggal. Kedua suporter memberikan tepuk tangan meriah sebelum hening sejenak mengenang jasa sang legenda Liverpool, Hamburg, dan Newcastle. Sayangnya, atmosfer stadion tidak terlalu ramai. Dari kapasitas 30.000 penonton, hanya 24.897 tiket yang terjual. Harga tiket yang melambung—dari $129 hingga $392 (sekitar Rp2 juta hingga Rp6 juta)—mungkin menjadi penyebab minimnya kehadiran penonton di laga pramusim ini.
Sunderland sendiri tampil tanpa beberapa pemain kunci seperti Granit Xhaka, Brian Brobbey, dan Thomas Meunier. Sementara Liverpool kehilangan banyak pemain inti yang masih berlibur setelah Piala Dunia, seperti Alexis Mac Allister, Victor Munoz, Florian Wirtz, Alexander Isak, dan Ryan Gravenberch. Virgil van Dijk, Cody Gakpo, dan Alisson juga baru akan bergabung latihan minggu depan di markas Liverpool.
Rekrutan Baru Belum Main
Satu nama yang absen di laga ini adalah Jeremy Jacquet, bek anyar yang diboyong dari Rennes dengan biaya awal £55 juta. Iraola memilih berhati-hati dengan pemain yang sudah lama tidak bermain. “Kami memutuskan untuk tidak memaksanya. Dia akan bermain mungkin di pertandingan terakhir tur AS melawan Leeds di Chicago,” ujar Iraola. Jacquet dianggap sebagai investasi jangka panjang meski belum diuji di Premier League.
Kebijakan Liverpool merekrut bek muda seperti Talla Ndiaye (£1 juta dari Amitie Senegal) dan Ndukwe (£2,5 juta dari Austria Wina) menunjukkan fokus pada masa depan. Namun, kebutuhan jangka pendek di lini belakang jelas mendesak. Dengan Gomez yang rentan cedera, Jacquet yang belum siap, dan Giovanni Leoni yang masih dalam pemulihan cedera ACL, Van Dijk harus memikul tanggung jawab ekstra musim depan.
Gol Bersejarah Era Iraola
Dalam trivia masa depan, gol pertama era Iraola di Liverpool dicetak oleh Kieran Morrison. Winger berusia 19 tahun yang bermain di posisi sayap kanan—posisi yang ditinggalkan Mohamed Salah—menyelesaikan umpan Harvey Elliott dengan tendangan akurat ke sudut gawang. Elliott sendiri tampil bersemangat membuktikan diri setelah musim yang kurang memuaskan di Aston Villa.
Sunderland sempat membalas lewat gol indah Enzo Le Fée dari jarak 25 yard, dan bahkan berbalik unggul setelah jeda melalui aksi Jaydon Jones dan Timur Tutierov. Namun, Szoboszlai menyamakan kedudukan dengan tendangan keras dari luar kotak penalti. Chiesa kemudian mencetak gol spektakuler memanfaatkan umpan terobosan Calvin Ramsay, sebelum Koumas menutup kemenangan Liverpool.
Kesimpulan
Meski hasil akhir memuaskan, laga uji coba ini menjadi pengingat bagi Iraola bahwa ia harus segera memperkuat lini belakang. Cedera Gomez yang tampaknya cukup serius menambah daftar masalah yang harus dipecahkan sebelum Premier League dimulai. Tur AS masih menyisakan satu pertandingan melawan Leeds, dan semua mata akan tertuju pada bagaimana Iraola merotasi pemain serta memberi kesempatan kepada talenta muda seperti Morrison dan Koumas untuk bersinar.
Klopp Ingin Ubah Wajah Timnas Jerman, Tapi Beri Peringatan Keras ke Media
Jürgen Klopp resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru timnas Jerman menggantikan Julian Nagelsmann. Dalam konferensi pers perdananya, Klopp menyatakan ingin membawa perubahan besar bagi sepak bola Jerman, namun ia juga memberikan ultimatum tegas: jika keluarganya terus diteror media, ia siap mundur tanpa kompensasi.
Pelatih berusia 59 tahun itu ditugaskan untuk membangkitkan kembali kejayaan Jerman yang sejak Piala Dunia 2014 hanya dua kali lolos ke babak 16 besar. Kegagalan di Piala Dunia 2022 (kalah dari Paraguay di 32 besar) menjadi titik balik yang membuat federasi sepak bola Jerman (DFB) memanggil Klopp.
Klopp sebelumnya menjabat sebagai kepala sepak bola global Red Bull sejak Januari 2025, setelah meninggalkan Liverpool pada 2024 karena kelelahan. Kembalinya Klopp ke kursi pelatih sudah dinantikan publik sejak Nagelsmann hengkang pada 3 Juli lalu.
Misi Besar: Ubah Hubungan Timnas dengan Publik Jerman
Klopp berjanji akan memperbaiki hubungan yang retak antara timnas Jerman dan masyarakat. Mengambil contoh pengalamannya di Liverpool, ia percaya sepak bola bisa menyatukan komunitas luas. “Saya ingin menciptakan situasi di mana fans pulang ke rumah dan berkata, ‘Wow, itu tadi keren.’ Saya ingin orang berkata, ‘Setelah menonton 90 menit, rasanya layak menyalakan TV untuk melihat Jerman bermain.’ Saya sudah merasakan bagaimana sepak bola bisa mengubah sebuah kota. Dan saya pikir ini bukan hanya tentang kota, tetapi juga tentang negara. Idealnya, sepak bola bisa mengubah sebuah negara,” ujarnya.
Ancaman Mundur: “Jika Keluarga Saya Tidak Dibiarkan Tenang, Saya Pergi”
Kontrak Klopp akan berlangsung hingga setelah Piala Dunia 2030. Namun, ia tidak segan meninggalkan jabatan jika media melanggar privasi keluarganya. “Saya menerima pekerjaan ini meskipun saya melihat bagaimana kalian memperlakukan Nagelsmann. Saya menerima pekerjaan ini meskipun saya melihat bagaimana kalian memperlakukan Thomas Tuchel di Inggris. Hari ketika kalian tidak menginginkan saya lagi, saya pergi tanpa pesangon. Jika besok kalian bilang ‘Dia payah,’ katakan langsung ke wajah saya dan saya akan keluar. Jika kalian bersikap buruk dan tidak membiarkan keluarga saya tenang, saya pergi, saya akan berbalik dan pergi,” tegasnya.
Klopp juga mengakui bahwa menjadi pelatih timnas Jerman adalah puncak kariernya. “Kritik saya jika ada yang tidak berhasil. Jürgen Klopp tidak akan punya karier lain setelah timnas. Ini adalah puncak karier saya sebagai pelatih. Saya akan berikan segalanya.”
Permintaan Maaf atas Candaan soal Nagelsmann
Klopp sempat dikritik karena candaannya saat menjadi komentator televisi di Piala Dunia. Ia mengatakan bahwa Nagelsmann “masih” memilih tim – yang diartikan sebagai isyarat bahwa Nagelsmann akan segera diganti. Klopp pun meminta maaf berkali-kali. “Itu adalah lelucon yang salah. Dalam retrospeksi, itu salah satu komentar ‘lucu’ terburuk yang pernah saya buat. Saya sangat menyesal, saya sudah minta maaf berjuta kali. Itu hanya ucapan tergesa-gesa tanpa maksud tersembunyi,” katanya. Ia juga mengucapkan selamat ulang tahun ke-39 untuk Nagelsmann dan yakin mantan pelatih itu akan mendapat banyak peluang melatih tim besar di masa depan.
Gaya Main: Sepak Bola ala Jerman yang Intens, Bukan Tiru Negara Lain
Klopp berjanji timnas Jerman akan bermain dengan sayap-sayap lebar dan sepak bola ekspansif. Namun, ia mengakui harus menemukan cara sendiri bersaing dengan kedalaman skuad negara lain. “Kesuksesan adalah performa relatif terhadap ekspektasi. Ketika kami bertanya ‘Apakah kami sebaik Prancis?’ dan jawabannya tidak, itu tidak benar. Jika kami bertanya ‘Apakah kami punya pemain seperti Dembélé, Mbappé, Doué, dan Barcola?’, tidak, kami tidak punya, tetapi kami tetap bisa mengalahkan mereka,” ujarnya.
“Kami tidak ingin bermain seperti Argentina, Spanyol, Inggris, atau Prancis. Kami ingin melakukannya dengan cara Jerman, sangat intens. Apakah kami tim nomor 1 saat ini? Tidak, kami menerima itu. Ada 11 tim di atas kami dalam peringkat. Kami bisa mengalahkan mereka, tetapi untuk itu kami harus bermain sangat baik dan intens.”
Adaptasi ke Sepak Bola Internasional
Setelah puluhan tahun berkarier di klub, Klopp harus beradaptasi dengan ritme sepak bola internasional. “Kontak dengan tim tidak selalu soal bekerja dengan mereka setiap hari. Kadang hanya 30 menit atau satu jam di lapangan. Tapi semua pemain punya ponsel. Saya akan bicara dengan mereka, mendengarkan, menonton pertandingan, dan memberi umpan balik. Itu juga bagian dari mengembangkan pemain dan membuat mereka lebih baik,” jelasnya.
Ujian Perdana: Hadapi Belanda di Amsterdam
Masa kepelatihan Klopp akan langsung diuji berat saat melawan Belanda di Amsterdam pada 24 September, salah satu dari empat pertandingan Nations League dalam 11 hari. “Para pemain harus menunjukkan kepada saya, bukan hanya mengatakannya, bahwa bermain untuk Jerman adalah hal yang sangat istimewa,” pungkas Klopp.
Dengan segala ambisi dan peringatannya, publik Jerman kini menantikan era baru di bawah arahan Klopp sebagai pelatih timnas Jerman, yang siap mengubah negara lewat sepak bola – asalkan media tidak main-main dengan keluarganya.
Sorotan Transfer Pemain Wanita yang Tak Boleh Dilewatkan
Meskipun perhatian dunia sepak bola tertuju pada Piala Dunia pria di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, bursa transfer pemain wanita justru bergerak sangat aktif. Beberapa nama besar seperti Beth Mead, Mary Earps, Sam Kerr, dan Alexia Putellas memang menjadi headline. Namun, masih banyak transfer pemain wanita penting lainnya yang luput dari sorotan. Berikut sepuluh perpindahan yang layak Anda catat.
Soccer Football – FIFA World Cup 2026 – Quarter Final – Norway v England – Miami Stadium, Miami Gardens, Florida, U.S. – July 11, 2026 FIFA President Gianni Infantino in the stands before the match REUTERS/Dylan Martinez REFILE – CORRECTING ID
Alexandra Popp ke Borussia Dortmund
Pemenang tiga kali Liga Champions, Alex Popp, memutuskan meninggalkan Wolfsburg setelah 14 tahun. Pemain 35 tahun ini menandatangani kontrak tiga tahun dengan Borussia Dortmund yang bermain di kasta ketiga Jerman. Sepanjang kariernya, Popp mencetak 112 gol dalam 219 pertandingan untuk Wolfsburg dan 67 gol untuk Jerman sebelum pensiun internasional pada 2024. Sebagai penggemar berat Dortmund, ia tak bisa menolak kesempatan untuk memajukan tim wanita yang baru dibentuk pada 2020.
Kirsty Hanson ke Tottenham
Setelah musim keempatnya yang gemilang di Aston Villa, Kirsty Hanson menjadi target utama Tottenham. Musim lalu ia menjadi pencetak gol terbanyak ketiga WSL dengan 12 gol dari 22 pertandingan — setara 43 persen total gol Villa. Spurs kini memberi manajer Martin Ho dukungan penuh untuk mendekati atau bahkan menembus empat besar.
Ally Sentnor ke Angel City
Pilihan pertama dalam draf NWSL 2024, Ally Sentnor, menjadi subjek transfer spektakuler senilai $850.000 (sekitar £635.000) dari Kansas City Current ke Angel City pada 19 Juni. Pemain timnas AS berusia 22 tahun ini langsung menjalani debut pada 3 Juli dan membantu kemenangan 2-0 atas Orlando Pride. Dengan tujuh gol dan tiga assist dalam 23 pertandingan internasional, masa depannya masih panjang.
Felicia Schröder ke Real Madrid
Banyak klub memburu Felicia Schröder, tetapi akhirnya pemain depan berusia 19 tahun itu memilih Real Madrid dari Häcken. Media Swedia melaporkan nilai transfernya mencapai lebih dari 15 juta kronor (sekitar £1,15 juta). Schröder mengoleksi 91 gol dalam 128 pertandingan untuk Häcken dan menjadi top skor di kompetisi perdana Europa Cup wanita UEFA dengan delapan gol, termasuk empat gol di final dua leg melawan Hammarby.
Manaka Matsukubo ke Chelsea
Pemain serba bisa berusia 21 tahun, Manaka Matsukubo, bergabung dengan Chelsea dari North Carolina Courage dengan biaya yang tidak diungkapkan. Ia bisa berperan sebagai penyerang atau gelandang serang. Musim 2025 ia mencetak 11 gol, menjadi pemain NWSL termuda yang mencetak hat-trick, dan dinobatkan sebagai gelandang terbaik NWSL. Chelsea bergerak cepat setelah ia mengemas lima gol dalam sembilan pertandingan awal musim 2026.
Johanna Rytting Kaneryd ke OL Lyonnes
Setelah meraih tiga gelar liga, dua Piala FA, dan dua Piala Liga bersama Chelsea (termasuk treble domestik), Johanna Rytting Kaneryd hengkang ke OL Lyonnes. Pemain Swedia berusia 29 tahun ini termasuk dalam rombongan pemain depan yang meninggalkan Chelsea musim panas ini, bersama Sam Kerr, Guro Reiten, dan Catarina Macario. The Blues merombak lini depan untuk merebut kembali mahkota WSL setelah disingkirkan Manchester City.
Noémie Mouchon ke Everton
Kepergian Kelly Gago ke West Ham sedikit terobati dengan kedatangan striker Prancis Noémie Mouchon dari Leicester. Pemain 23 tahun ini mengalami cedera ACL satu bulan setelah tiba di WSL, sehingga musim pertamanya hancur. Musim lalu ia tampil 16 kali (hanya dua starter) dan mencetak dua gol. Everton berharap ia kembali ke performa terbaiknya saat membela Reims dengan sembilan gol dalam 22 pertandingan musim 2023-24.
Denise O’Sullivan ke Gotham (pinjaman)
Gelandang timnas Republik Irlandia, Denise O’Sullivan, kembali ke NWSL dengan status pinjaman ke Gotham setelah enam bulan bersama Liverpool. Pemain 32 tahun ini menghabiskan 10 musim di Amerika bersama Houston Dash dan North Carolina Courage, serta beberapa kali dipinjamkan ke Australia dan Inggris. Ia memenangkan NWSL Shield 2017, 2018, dan 2019, serta NWSL Championship bersama Courage, dan dua kali dinobatkan sebagai MVP tim. Total 22 gol dalam 132 pertandingan untuk Irlandia.
Bethany England ke Crystal Palace
Penggemar Tottenham bersedih atas kepergian Bethany England. Mantan striker Chelsea itu menjadi pencetak gol terbanyak Spurs di WSL dengan 32 gol dalam tiga setengah musim, dan membawa mereka ke final FA Cup 2024. Kini pemain 32 tahun itu menandatangani kontrak dua tahun dengan Crystal Palace yang promosi ke divisi utama setelah finish kedua di WSL2. Dengan empat gelar WSL, dua FA Cup, dan dua League Cup, England membawa pengalaman berharga.
Kadidiatou Diani ke London City Lionesses
Kedatangan Alexia Putellas dan Mary Earps memang mendominasi berita London City Lionesses, namun kehadiran penyerang Prancis Kadidiatou Diani dari Lyonnes senilai lebih dari £500.000 hampir tak tersorot. Pemain 31 tahun ini mencetak 41 gol dalam 93 pertandingan untuk Lyonnes selama tiga musim, setelah sebelumnya mengemas 92 gol dalam 168 laga untuk PSG. Michelle Kang, pemilik kedua klub, berharap Diani menjadi ujung tombak yang membawa London City naik kelas — musim lalu mereka finis keenam di WSL.
Itulah sepuluh transfer pemain wanita yang mungkin terlewat selama Piala Dunia pria. Dari veteran seperti Popp hingga talenta muda seperti Matsukubo, pergerakan ini menunjukkan bahwa sepak bola wanita terus berkembang pesat. Pantau terus bursa transfer untuk kejutan-kejutan berikutnya.
Piala Dunia bukan hanya panggung bagi pemain untuk bersinar, tetapi juga momen strategis bagi klub untuk merekrut bakat baru. Banyak pergerakan pemain terjadi selama turnamen berlangsung, namun tak semuanya mendapat sorotan luas. Berikut adalah sepuluh transfer pemain saat Piala Dunia yang mungkin terlewatkan, mulai dari nama-nama familiar hingga kejutan dari Eropa.
Leandro Trossard ke Besiktas
Diumumkan tepat sebelum semifinal Inggris melawan Argentina, transfer Trossard senilai ₤15,3 juta ke Istanbul nyaris tak terdengar. Setelah tiga setengah musim bersama Arsenal, kepindahan mantan pemain berusia 31 tahun ini terasa alami. Ia akan dikenang sebagai pemain yang mencetak gol di momen-momen krusial, termasuk peran vital dalam gelar liga pertama Arsenal setelah 22 tahun. Trossard meninggalkan 174 penampilan dan 36 gol, sebagian besar datang dari bangku cadangan saat tim membutuhkan. Kepergiannya akan dirindukan dan ia layak dihormati sebagai pahlawan kultus era Mikel Arteta.
Nathaniel Brown ke Bayern Munich
Hanya sedikit pemain Jerman yang menuai pujian selama Piala Dunia, tetapi Brown tampil energetik di posisi bek kiri dan berhasil memikat Bayern Munich. Lahir di Amberg, Bavaria, ia dibesarkan di akademi Nürnberg. Setelah dua tahun di Eintracht Frankfurt dan delapan caps bersama timnas Jerman, Brown mengambil jalur cepat ke klub dominan negaranya. Dengan kepergian Raphaël Guerreiro dan cedera Alphonso Davies, Vincent Kompany akan sangat diuntungkan oleh kemampuan natural Brown sebagai bek kiri murni, setelah musim lalu menggunakan berbagai pemain untuk menambal pertahanan Bayern.
Denzel Dumfries ke Real Madrid
Bek kanan Belanda ini kerap menjadi kekuatan di turnamen besar. Ia mencetak dua gol di Euro 2020, membawanya pindah dari PSV ke Inter. Di Piala Dunia 2022, ia membantu Belanda melewati Amerika Serikat di babak 16 besar dengan satu gol dan dua assist. Di Amerika Utara (merujuk pada Piala Dunia 2026, konteks artikel asli), pemain 30 tahun ini menyumbang dua assist saat Belanda mencapai 32 besar. Setelah tersingkir oleh Maroko, Dumfries menandatangani kontrak empat tahun di Real Madrid setelah klausul rilisnya di Inter diaktifkan – ia bergabung bersama Bernardo Silva dan Ibrahima Konaté sebagai pemain gratis. Pindah ke Hollywood sungguh tepat untuk pemain yang dinamai sesuai aktor Denzel Washington.
Emersonn ke Ipswich
Diumumkan tepat sebelum perempat final Piala Dunia, striker Brasil berusia 22 tahun ini baru tiba di Toulouse musim panas lalu. Namun, satu musim di Ligue 1 cukup untuk meyakinkan klub promosi Premier League untuk merogoh kocek £24 juta. Dengan tinggi 6 kaki 3 inci, Emersonn memadukan postur target-man klasik dengan mobilitas untuk melebar ke area sayap. Catatan mentahnya 6 gol dalam 27 penampilan liga menunjukkan transfer ini lebih didasarkan pada potensi daripada produktivitas. Manajer Gary O’Neil melihatnya sebagai tipe penyerang No 9 modern: agresif, pekerja keras, dan mampu mengganggu bek lawan bahkan saat tidak mencetak gol.
Harry Winks ke Cagliari
Ada alam semesta paralel di mana Harry Winks menjadi poros penting lini tengah Inggris, meraih lebih dari 10 caps yang ia miliki saat ini. Mauricio Pochettino pernah menyebut gelandang rapi ini bisa menjadi jawaban Inggris untuk Andrés Iniesta. Kenyataannya tidak demikian: cedera menghambat karier Winks di Spurs dan perjuangan berlanjut di Leicester, meski sempat bangkit di bawah Enzo Maresca. Kini berusia 30, Winks bergabung dengan pemain muda Everton, Demi Akarakiri, di Cagliari – klub yang sebelumnya hanya memiliki satu pemain Inggris, penyerang Gerry Hitchens yang pergi pada 1969. Ini bukan pertama kalinya Winks merumput di Serie A, setelah dipinjamkan ke Sampdoria pada 2022-23 yang berakhir dengan degradasi. Kali ini, ia mungkin mencari stabilitas dan ritme lebih lambat di Sardinia.
Mathys Detourbet ke Manchester City
Transfer Detourbet senilai £21,6 juta ke Etihad mungkin terlupakan setelah peresmian Enzo Maresca dua hari kemudian dan kedatangan Elliot Anderson senilai £116 juta pekan berikutnya, belum lagi akhir fase grup Piala Dunia. Pemain 19 tahun ini adalah rekrutan pertama City musim panas itu. Bergabung dari Troyes yang merupakan bagian dari City Football Group, ia telah bermain untuk klub Prancis itu sejak usia delapan tahun. Sebagai pemain sayap remaja yang digambarkan “sumber kebanggaan besar” oleh mantan klubnya, ia menunjukkan potensi dengan 3 gol dan 6 assist dalam 33 penampilan di Ligue 2 musim lalu, membantu Troyes promosi sebagai juara. Dipinjamkan ke Monaco untuk musim mendatang, ia akan berusaha menunjukkan kualitas di Ligue 1 dan menarik perhatian Maresca.
Illan Meslier ke Arsenal
Mungkin perjuangan berat untuk menggusur David Raya sebagai kiper utama, tetapi kedatangan Meslier secara gratis ke Arsenal bisa menyingkirkan Kepa Arrizabalaga. Kepercayaan terhadap cadangan Raya luntur setelah penampilan buruk di final Carabao Cup musim lalu. Kehadiran mantan kiper Leeds ini tampaknya membuka pintu bagi kepergian Arrizabalaga. Meslier lima tahun lebih muda dan memiliki 107 penampilan Premier League, tetapi musim lalu ia tertinggal di belakang Karl Darlow dan Lucas Perri di Elland Road. Sering dikritik karena kesalahan spektakuler di Leeds, kini ia harus memenangkan hati para skeptis dan, jika Arrizabalaga pergi, menjadikan peran kiper nomor dua miliknya sendiri.
Gonçalo Ramos ke Milan
Milan memecahkan rekor transfer klub saat membayar £60,2 juta untuk merekrut Ramos pada akhir Juni. Dengan 45 gol dalam 131 penampilan untuk Paris Saint-Germain, membantu mereka meraih tiga gelar liga dan dua trofi Liga Champions, pemain 25 tahun ini berguna bagi Luis Enrique tetapi tak akan pernah menjadi bintang utama di lini depan yang dihuni Khvicha Kvaratskhelia, Ousmane Dembélé, dan Désiré Doué. Ia hanya tampil sebagai pemain pengganti di final Liga Champions yang dimenangkan PSG, meski mencetak gol pembuka dalam adu penalti melawan Arsenal. Sebagai rekrutan pertama Ruben Amorim di Milan, ia akan menjadi pusat perhatian, sedangkan di PSG ia hanya sekadar pendukung.
Robert Lewandowski ke Chicago Fire
Polandia tidak lolos ke Piala Dunia, tetapi hal itu tidak menghentikan pemain terhebat mereka untuk melintas ke AS musim panas ini. Lewandowski berkata ia tak bisa membayangkan berada di klub Eropa selain Barcelona setelah mengakhiri empat musim di Catalonia dengan tiga gelar La Liga dan 120 gol. Pada usia 37, ia masih dalam kondisi fisik prima, sehingga ada kemungkinan dampak ala Zlatan Ibrahimovic di Major League Soccer, tanpa kegaduhan. Mantan pelatih AS Gregg Berhalter menjadi bos barunya di Chicago.
Jakub Kaminski ke Köln … dan Benfica
Tidak puas dengan satu pergerakan tanpa sorotan, Kaminski melakukan dua transfer musim panas ini. Setelah menembus Lech Poznan, pemain sayap Polandia pindah ke Wolfsburg pada 2022 tetapi kehilangan tempat, lalu menjalani musim pinjaman di Köln. Ia tampil impresif untuk tim promosi Bundesliga, bermain di setiap pertandingan liga dan mengisi berbagai peran ofensif. Köln membayar €5,5 juta (£4,7 juta) untuk merekrutnya permanen pada Mei, tetapi Benfica milik Marco Silva menebus klausul rilis Kaminski sebesar €20 juta (£17,1 juta) hanya dua bulan kemudian. Köln mendapat untung besar – dan menginvestasikan sebagian pada pemain muda Manchester City, Reigan Heskey – tetapi mereka kehilangan rekrutan kunci musim panas.
Itulah sepuluh transfer pemain saat Piala Dunia yang luput dari perhatian. Beberapa mungkin menjadi kejutan, sementara yang lain adalah langkah berani yang patut diikuti perkembangannya. Piala Dunia tidak hanya melahirkan bintang baru di lapangan, tetapi juga pergerakan cerdas di bursa transfer.
Transfer Morgan Rogers Chelsea: Rekor Baru di Stamford Bridge
Morgan Rogers Chelsea resmi menjadi kenyataan. Klub asal London Barat itu mengumumkan perekrutan pemain sayap Aston Villa dengan mahar fantastis £117 juta. Angka tersebut menjadikan Rogers sebagai pembelian termahal dalam sejarah Chelsea, melampaui rekor sebelumnya. Pemain berusia 23 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi tujuh tahun, mengikat masa depannya di Stamford Bridge hingga 2031.
Proses Negosiasi: Chelsea Kalahkan Arsenal
Kesepakatan dicapai pada Sabtu lalu setelah Chelsea bergerak cepat mendahului Arsenal, yang sebelumnya dianggap sebagai calon utama peraih tanda tangan pemain timnas Inggris itu. The Gunners dikabarkan telah menjalin komunikasi intensif, namun Chelsea berhasil meyakinkan Rogers untuk memilih London barat. Faktor penentu utama adalah kesempatan bekerja sama dengan manajer anyar Chelsea, Xabi Alonso.
Rogers sendiri baru saja membantu Inggris meraih peringkat ketiga Piala Dunia. Ia tampil sebagai starter dalam semifinal kontra Argentina (kalah 1-2) dan perebutan medali perunggu melawan Prancis (menang 6-4). Dalam wawancara resmi dengan situs klub, ia mengungkapkan antusiasmenya: “Saya sangat bersemangat. Bagi saya, Chelsea adalah klub terbesar di London dan klub yang selalu saya kagumi sejak kecil. Saya benar-benar antusias dengan proyek manajer baru, pemain-pemain yang ada, serta arah klub ke depan. Itulah sebabnya saya ada di sini dan tak sabar untuk memulai.”
Profil Morgan Rogers: Gaya Bermain dan Peran di Chelsea
Rogers adalah pemain serba bisa di lini depan, sesuai dengan kebutuhan Chelsea akan pemain yang mampu mengisi berbagai peran ofensif. Ia menjalani peningkatan pesat di Aston Villa sejak pindah dari Middlesbrough pada Januari 2024. Musim lalu, ia menjadi motor permainan Villa yang berhasil finis di empat besar Liga Primer dan melaju hingga babak grup Liga Europa.
Selama 125 penampilan bersama Unai Emery, Rogers mencetak 31 gol dan 15 assist. Catatan ini menunjukkan kontribusinya yang konsisten di level tertinggi. Dengan kemampuan bermain sebagai sayap kiri, kanan, maupun gelandang serang, ia memberikan fleksibilitas taktis bagi Xabi Alonso.
Rekor Transfer dan Dampak Finansial
Transfer ini menjadi salah satu pembelian paling signifikan di era kepemilikan BlueCo selama empat tahun terakhir. Co-owner Behdad Eghbali mengindikasikan pada akhir musim lalu bahwa Chelsea telah belajar dari kegagalan finis di peringkat 10 dan tersingkir telak dari PSG di babak 16 besar Liga Champions. Klub kini berkomitmen mendatangkan pemain yang siap bersaing memperebutkan gelar juara.
Kehadiran Xabi Alonso, mantan gelandang Liverpool, Real Madrid, dan Bayern Muenchen yang dua kali juara Liga Champions sebagai pemain, menjadi daya tarik utama. Alonso direkrut sebagian untuk meyakinkan pemain berkualitas seperti Rogers agar mau bergabung. Kesepakatan ini disebut-sebut sebagai gebrakan terbesar Chelsea sejak merekrut Cole Palmer dari Manchester City pada 2023.
Jendela Transfer Chelsea Musim Panas 2025
Rogers menjadi pemain keempat yang direkrut Chelsea pada bursa musim panas ini, setelah bek Marco Palestra, striker Emmanuel Emegha, dan winger Geovany Quenda. Sebelumnya, pada Juni, Chelsea gagal memboyong Granit Xhaka dari Sunderland karena tidak bersedia memenuhi banderol yang diajukan klub tersebut untuk pemain yang akan berusia 34 tahun pada September nanti.
Bek: Marco Palestra (dari klub Italia)
Striker: Emmanuel Emegha (dari klub Prancis)
Winger: Geovany Quenda (dari klub Portugal)
Winger/Sayap: Morgan Rogers (dari Aston Villa)
Kesimpulan: Awal Era Baru di Chelsea
Transfer Morgan Rogers Chelsea bukan hanya soal uang dan rekor, melainkan pernyataan ambisi klub untuk kembali ke papan atas. Dengan kombinasi pemain muda berbakat, manajer papan atas, dan dukungan finansial yang kuat, The Blues siap bersaing di semua ajang musim depan. Rogers diharapkan menjadi kunci serangan Chelsea dan membawa tim kembali ke jalur juara. Para penggemar tentu menantikan debutnya di Stamford Bridge.
Piala Dunia selalu menjadi panggung emosional. Selain rivalitas sengit, turnamen ini kerap menjadi saksi perpisahan para pemain yang memutuskan pensiun dari tim nasional. Setelah edisi terbaru bergulir, sejumlah bintang memilih mengakhiri karier internasional mereka. Berikut 11 nama yang pamit dari panggung sepak bola negara masing-masing.
Daftar Pemain yang Pensiun dari Tim Nasional
Manuel Neuer (Jerman, 40 tahun)
Kiper legendaris Jerman ini pertama kali tampil di Piala Dunia 2010 dan sukses mengangkat trofi empat tahun kemudian. Namun, performa Jerman menurun setelahnya. Kekalahan adu penalti dari Paraguay menjadi penutup perjalanan Neuer bersama timnas. Ia sempat pensiun seusai Euro 2024, tetapi membatalkannya beberapa pekan sebelum turnamen ini. “Meski akhir yang pahit, saya tidak menyesali keputusan ini,” ujarnya setelah penampilan ke-23 dan terakhirnya di Piala Dunia. Mantan bek Jerman, Robert Huth, mengkritik keputusan memanggil Neuer lagi: “Saya pikir hal yang benar-benar mengganggu skuad adalah dimasukkannya Neuer. Itu sangat tidak terduga, dan ia datang terlambat.”
Patrik Schick (Ceko, 30 tahun)
Striker ini debut Piala Dunia musim panas ini setelah mencuri perhatian di Euro 2020. Sayangnya, Schick gagal mencetak gol saat Ceko tersingkir di fase grup tanpa kemenangan. Beberapa jam setelah laga terakhir, ia mengumumkan pensiun dari tim nasional. “Hari ini, bab tim nasional saya berakhir,” katanya. Pernyataan resmi federasi Ceko memberi penghormatan: “Terima kasih untuk setiap pertandingan, setiap gol, dan kebanggaan saat Anda mewakili Republik Ceko.”
Guillermo Ochoa (Meksiko, 41 tahun)
Ochoa menjadi favorit penggemar sejak 2014 saat ia mencatatkan clean sheet melawan Brasil. Di turnamen ini, menit bermainnya terbatas, tetapi ia mendapat 12 menit melawan Ceko dan dirayakan rekan setim. Pelatih Javier Aguirre berkata: “Saat ia melangkah ke lapangan, itu mengalahkan segalanya. Dia adalah legenda kelas dunia, dan saya sangat bangga padanya.” Ochoa kemudian menulis: “Ini adalah kehormatan terbesar dalam hidup saya. Terima kasih telah percaya dan selalu menemani kami. Aku cinta kalian, Meksiko.” Keputusan pensiun dari tim nasional ini menutup karier gemilangnya bersama El Tri.
Riyad Mahrez (Aljazair, 35 tahun)
Setelah tampil di Piala Dunia 2014, Mahrez harus menunggu 12 tahun untuk menambah penampilannya. Ia mencetak dua gol melawan Austria sebelum Aljazair tersingkir di babak 32 besar oleh Swiss. “Mewakili Aljazair adalah mimpi saya sejak kecil. Ini merupakan kehormatan besar dan sumber kebanggaan,” ungkap Mahrez. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) memberi penghormatan: “Kau memberi kami kenangan yang tak akan pernah hilang. Terima kasih, Riyad Mahrez.”
Enner Valencia (Ekuador, 36 tahun)
Penyerang ini mencetak enam gol dalam enam pertandingan di Piala Dunia 2014 dan 2022, tetapi gagal menambah koleksi saat Ekuador kalah dari Meksiko di babak 32 besar. “Saya telah memainkan pertandingan terakhir saya bersama tim nasional,” katanya di lorong stadion. Akun resmi Ekuador memberi penghormatan kepada pencetak gol terbanyak mereka: “GOAT. Super Enner. Terima kasih telah memberikan segalanya untuk negara dan mewakilinya dengan cara terbaik.”
Nicolás Otamendi (Argentina, 38 tahun)
Bek tangguh ini bermain penuh saat Argentina juara di Qatar, setelah debut Piala Dunia pada 2010. Di Amerika Utara, menit bermainnya berkurang, tetapi ia tetap tampil di setiap laga kecuali satu. Ia sudah mengumumkan niatnya untuk pensiun dari tim nasional pada Maret lalu. “Ini Piala Dunia terakhir saya, setelah itu saya akan menjadi suporter,” ujarnya. Pertandingan kandang terakhirnya menjadi perayaan, dengan Lionel Messi membiarkannya mencetak penalti di La Bombonera.
Marko Arnautovic (Austria, 37 tahun)
Ini menjadi Piala Dunia pertama dan terakhir bagi striker ini. Ia mencetak dua gol dan membawa Austria ke babak 32 besar, sebelum kalah 3-0 dari Spanyol. Arnautovic mengumumkan kepergiannya dalam wawancara emosional: “Bermain untuk Austria adalah puncak karier. Sedih rasanya tidak akan lagi melihat keluarga kedua saya.” Federasi Austria menulis: “Karier yang luar biasa. Karakter yang hebat. Terima kasih untuk segalanya.”
Sadio Mané (Senegal, 34 tahun)
Mané berpartisipasi di Piala Dunia 2018, tetapi cedera membuatnya absen empat tahun kemudian. Setelah kekalahan Senegal dari Belgia, ia merilis pernyataan pensiun dari tim nasional melalui media Senegal, meski ada keraguan tentang keasliannya. “Ketahuilah bahwa saya mengorbankan segalanya untuk bendera ini. Saya memberikan yang terbaik dan selalu berjuang keras untuk tanah air,” tulisnya. Pelatih Pape Thiaw berkomentar pada Januari: “Kami ingin mempertahankannya selama mungkin… saat kami bilang itu keputusannya, itu bukan hanya miliknya, ia milik rakyat Senegal dan mereka ingin dia terus bermain.”
Craig Gordon (Skotlandia, 43 tahun)
Kiper ini mengumpulkan 84 caps, debut pada 2004, tetapi tidak mendapat kesempatan bermain di Piala Dunia pertamanya. “Saya tidak pernah ingin ini berakhir, tetapi harus,” kata Gordon sambil mengakhiri karier klub dan internasionalnya. Akun media sosial timnas Skotlandia mendeskripsikan masa baktinya sebagai “karier yang tidak seperti yang lain.”
Jean Michaël Seri (Pantai Gading, 35 tahun)
Gelandang ini debut Piala Dunia saat timnya menang 2-0 atas Curaçao, dalam caps ke-64. Dalam unggahan media sosial, mantan pemain Fulham itu berkata: “Setelah 11 tahun di tim nasional dan satu Piala Dunia, hari ini saya mengumumkan akhir karier internasional saya.” Banyak ucapan terima kasih mengalir, termasuk dari kapten Franck Kessié: “Selamat atas semua yang telah kau capai bersama tim nasional. Terima kasih untuk semua momen yang kita lalui bersama.”
Neymar (Brasil, 34 tahun)
Neymar memulai debutnya di Piala Dunia 2014 dengan dua gol. Cedera membatasi menit bermainnya di turnamen ini; ia hanya bermain 55 menit sebelum Brasil tersingkir oleh Norwegia. Segera setelah pertandingan, ia mengumumkan pensiun dari tim nasional. “Semuanya dimulai di sini, di MetLife Stadium,” ujarnya merujuk debutnya melawan AS pada Agustus 2010, “dan berakhir di sini. Sekarang sudah selesai.” Zlatan Ibrahimovic, yang menjadi komentator televisi AS, berkata: “Pemain luar biasa, kemampuannya gila. Momen yang menyedihkan bagi sepak bola Brasil.”
Warisan yang Abadi
Keputusan pensiun dari tim nasional memang berat, tetapi setiap pemain telah memberikan kontribusi luar biasa bagi negara mereka. Dari Neuer hingga Neymar, nama-nama ini akan selalu dikenang sebagai bagian dari sejarah Piala Dunia. Meski mereka pamit dari timnas, semangat dan dedikasi mereka tetap menginspirasi generasi berikutnya.
Pada malam ketika Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia kedua mereka, 16 tahun setelah kemenangan pertama di 2010, Rodrigo Hernández kembali berada di Amerika Serikat. Bedanya, kali ini ia tidak sendirian. Setelah Ferran Torres mencetak gol kemenangan di menit ke-106, Rodri berlari penuh suka cita menuju sudut lapangan tempat rekan-rekannya berkumpul. Momen itu menjadi puncak dari perjalanan panjang tim matador yang akhirnya berhasil membawa pulang trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.
Dari Danau ke Panggung Dunia: Kisah Rodri
Rodri kecil menyaksikan final Piala Dunia 2010 sendirian di sebuah gubuk di tengah hutan Connecticut, setelah meyakinkan pengawas perkemahan untuk menonton melalui laptop mini. Kini, sebagai kapten tim, ia mengangkat trofi di depan Presiden Donald Trump yang baru saja meninggalkan panggung. Ia meninggalkan stadion pada pukul 21.38 waktu setempat sebagai orang terakhir keluar dari ruang ganti, dengan tangan penuh trofi dan kenang-kenangan.
Beban Trofi dan Kenangan
Selain Piala Dunia, Rodri juga membawa pulang trofi Pemain Terbaik turnamen. Ia tidak sendirian: Pau Cubarsí mendapat penghargaan pemain muda, Unai Simón menyabet Sarung Tangan Emas. Setiap pemain menerima replika Piala Dunia dalam peti Louis Vuitton hitam, ditambah satu lagi dari Lego. Mereka juga membawa potongan jaring gawang, cincin khas NBA, serta berbagai atribut lainnya dalam kantong plastik besar – potongan sejarah yang baru saja mereka ciptakan.
Ritual dan Momen Ikonis Sebelum dan Sesudah Final
Sebelum laga dimulai, Marc Cucurella diam-diam mengubur koin di pinggir lapangan, meniru ritual bek kiri Joan Capdevila pada 2010. Iniesta sempat hadir menunjukkan trofi ke tribun, dan Sergio Ramos dengan semangat menempatkan piala di atas alas untuk generasi baru. Satu per satu pemain melewati panggung, beberapa berusaha menghindari jabat tangan Trump, hingga akhirnya Rodri mengangkat trofi ke langit.
Momen Emosional di Tribun
Nico Williams memberikan medali kepada ibunya di baris depan. Lamine Yamal, yang baru berusia 19 tahun, menghampiri Lionel Messi yang duduk dan berdiri untuk memeluknya – sebuah ritual peralihan yang akan dikenang selamanya. Aktor Javier Bardem memeluk Borja Iglesias, idola barunya. Ferran Torres berbicara tentang “pembebasan besar” setelah melewati masa-masa sulit, sementara di ruang ganti, sampanye pun dibuka.
Speaker Merah Besar dan Gaya Anak Muda
Dalam perjalanan menuju bus, Borja Iglesias tampak membawa tas raksasa seperti mahasiswa yang membawa cucian, dan di tangan lainnya ia menggulung speaker merah besar yang memutar lagu Dirty Cash (Money Talks). Lamine Yamal muncul dari ruang anti-doping dengan kacamata hitam oranye, empat rantai, dan topi hitam terbalik – tanpa medali, tapi dengan gaya khas generasi baru.
Dominasi Spanyol di Final: Lebih dari Sekadar 1-0
Kemenangan 1-0 atas Argentina terasa sangat dominan. Sepanjang pertandingan, Argentina tidak melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran – bahkan tidak ada tembakan sama sekali hingga menit ke-115. Ini baru terjadi tiga kali dalam 900 pertandingan Piala Dunia yang tercatat Opta. Spanyol seperti mencekik lawan, melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan terhadap Prancis dan semua tim sebelumnya. Sepanjang turnamen, xG against Spanyol hanya 0,3 per laga. “Jika sarung tanganku bisa bicara, mereka akan bilang tidak banyak kerja,” kata Unai Simón.
Kemenangan Kolektif dan Peran Pelatih Luis de la Fuente
Ini adalah kemenangan sebuah kolektif, sebuah kelompok yang dibangun selama 51 hari mulai dari Chattanooga hingga New York. Juga kemenangan ide, keyakinan, dan seorang pelatih: Luis de la Fuente. Ia memulai karier kepelatihan di Deportivo Alavés divisi tiga, bertahan hanya 11 pertandingan. Setelah dipecat pada November 2011, ia menganggur selama setahun setengah hingga melihat iklan lowongan pelatih di federasi Spanyol. Ia memulai dari tim U-17, lalu memenangkan Euro U-19, U-21, Euro senior, dan kini Piala Dunia.
“Mereka bertanya apa lagi yang bisa kami menangkan; kami jawab pertandingan berikutnya di September karena mereka tidak pernah puas,” ujar De la Fuente. Simón memujinya sebagai pemimpin yang luar biasa. Sementara itu, Cucurella mendapat masalah karena ia berjanji akan membuat tato wajah sang pelatih jika Spanyol juara. “Kau membuat kesalahan besar,” canda De la Fuente. “Tapi aku tidak sejelek itu sehingga harus ditempatkan di tempat tersembunyi. Mereka laki-laki yang menepati janji.”
Kesimpulan: Sebuah Perayaan yang Tak Terlupakan
Perayaan kemenangan Spanyol juara Piala Dunia 2026 dipenuhi momen-momen unik: speaker merah besar, peti trofi Louis Vuitton, taruhan tato, dan kebersamaan yang mengharukan. Namun lebih dari itu, ini adalah kisah tentang kegigihan, kerja tim, dan keyakinan. Rodri, yang pulih dari cedera lutut parah, menjadi simbol kebangkitan. “Tidak masalah jika kamu jatuh, selalu ada alasan untuk bangkit kembali,” ujarnya sambil memegang Piala Dunia di tangan. Pukul 21.40 waktu setempat, ia naik bus menuju bandara, membawa trofi sesungguhnya – puncak dari perjalanan panjang yang dimulai dari tepi danau di Connecticut.
Momen canggung terjadi di final Piala Dunia 2026 saat Donald Trump dicemooh di final Piala Dunia bersama Presiden FIFA Gianni Infantino. Keduanya menjadi sasaran sorak-sorak negatif dari penonton ketika memasuki lapangan untuk upacara penyerahan trofi.
Trump yang hadir bersama Infantino di stadion MetLife, New Jersey, mendapat reaksi keras saat naik ke podium. Padahal, sebelumnya ia sempat menonton pertandingan dari sektor VIP bersama sejumlah pejabat penting seperti Raja Spanyol Felipe VI dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney.
Donald Trump Dicemooh saat Turun ke Lapangan
Saat Trump dan Infantino muncul di lapangan untuk momen seremoni pasca pertandingan, suara cemoohan langsung menggema di stadion. Menurut laporan White House pool, tingkat kebisingan naik dari 78 desibel menjadi 84 desibel ketika Trump mulai berjalan ke tengah lapangan.
US President Donald Trump (R) waves next to FIFA President Gianni Infantino (L) during the award ceremony of the 2026 World Cup football tournament final match between Spain and Argentina at the New York/New Jersey Stadium in East Rutherford on July 19, 2026. (Photo by FRANCK FIFE / AFP)
Ini bukan kali pertama Trump mendapat sambutan buruk di ajang olahraga. Sebelumnya, ia juga diejek saat hadir di NBA Finals dan beberapa pertandingan besar lainnya. Namun, di final Piala Dunia kali ini, reaksi penonton cukup signifikan meski tidak separah saat ia muncul di beberapa acara sebelumnya.
Upaya Trump Gabung Perayaan Spanyol dan Campur Tangan Infantino
Setelah menyerahkan trofi Piala Dunia kepada timnas Spanyol, Trump mencoba berdiri bersama para pemain di sisi podium untuk ikut merayakan kemenangan. Namun, Infantino segera mendekat dan membimbingnya pergi dengan tenang, mengakhiri momen kikuk tersebut.
Pengulangan Insiden Serupa
Kejadian ini nyaris identik dengan insiden tahun lalu di ajang Piala Dunia Antarklub di stadion yang sama. Saat itu Trump menyerahkan trofi kepada Chelsea dan juga mencoba “membajak” perayaan para pemain, yang membuat mereka kebingungan.
Kehadiran Trump di Ajang Olahraga Lain
Sejak terpilih kembali, Donald Trump telah menghadiri banyak acara olahraga besar. Berikut daftarnya:
Super Bowl tahun lalu
US Open tenis
Daytona 500
Ryder Cup golf
Beberapa turnamen golf
Final kejuaraan nasional sepak bola kampus
Game 3 NBA Finals (saat itu ia diejek fans New York Knicks)
Penampilannya di final Piala Dunia 2026 menjadi yang pertama kalinya seorang presiden AS yang sedang menjabat menghadiri partai puncak turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Hubungan Trump dan Infantino Serta Pengaruh Politik
Hubungan dekat antara Trump dan Infantino sudah bukan rahasia. Sebelum laga 16 besar Piala Dunia ini, Trump bahkan menelepon Infantino untuk melobi agar suspensi kartu merah pemain AS, Folarin Balogun, ditinjau ulang. FIFA akhirnya membalikkan larangan tersebut, namun keputusan itu menuai kontroversi dan dianggap melibatkan sirkus politik yang mengganggu fokus tim AS. Pada akhirnya, AS tersingkir setelah kalah dari Belgia.
Makna Kehadiran Trump di Final Piala Dunia
Ini adalah kali pertama seorang presiden AS hadir di final Piala Dunia yang digelar di dalam negeri. Pada Piala Dunia 1994 yang juga diadakan di AS, Presiden Bill Clinton tidak datang; trofi diserahkan oleh Wakil Presiden Al Gore. Sebagai perbandingan, pada final 2022 di Qatar, trofi diberikan oleh Emir Qatar bersama Infantino kepada Lionel Messi, sementara pada 2018 di Rusia, Presiden Vladimir Putin yang menyerahkan trofi kepada Kylian Mbappé.
Kesimpulannya, Donald Trump dicemooh di final Piala Dunia menjadi sorotan media global karena memadukan politik dan olahraga dalam momen yang canggung. Reaksi penonton menunjukkan betapa polarisasinya sosok Trump bahkan di panggung sepak bola dunia. Meski demikian, kehadirannya mencatat sejarah baru bagi turnamen yang tahun ini dihelat bersama oleh AS, Kanada, dan Meksiko.
Chelsea bergerak cepat untuk mengamankan tanda tangan Morgan Rogers dari Aston Villa dalam kesepakatan transfer senilai £117 juta. Gelandang serang berusia 23 tahun itu disebut telah menyetujui kontrak berdurasi enam tahun dan dijadwalkan menjalani tes medis pada Senin mendatang. Transfer ini tidak hanya menjadi pergerakan terbesar di jendela transfer musim panas, tetapi juga memecahkan rekor sebagai pemain Inggris termahal sepanjang sejarah.
Detail Transfer dan Rekor Baru Morgan Rogers
Biaya transfer sebesar £117 juta menjadikan Rogers pemain Inggris termahal, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Elliot Anderson (£116 juta) saat pindah dari Nottingham Forest ke Manchester City. Chelsea sendiri sebelumnya memegang rekor klub dengan pembelian Moises Caicedo senilai £115 juta pada 2023. Kini, Rogers naik ke puncak daftar tersebut.
Biaya dan Kontrak
Biaya transfer: £117 juta – rekor baru untuk pemain Inggris.
Durasi kontrak: 6 tahun dengan opsi perpanjangan.
Status saat ini: Menunggu tes medis dan pengumuman resmi.
Peran Rogers di Aston Villa dan Timnas Inggris
Morgan Rogers menjadi salah satu pilar utama Aston Villa musim lalu. Ia berkontribusi besar dalam membawa Villa lolos ke Liga Champions sekaligus menjuarai Liga Europa. Dalam semua kompetisi, ia mencatatkan 14 gol dan 12 assist. Performa gemilangnya juga membuatnya masuk skuad Timnas Inggris di Piala Dunia terakhir.
Di Piala Dunia, Rogers bermain sebagai sayap kanan dalam laga semifinal melawan Argentina. Ia bahkan menjadi kreator gol pembuka yang dicetak Anthony Gordon. Kemampuan teknis, visi bermain, dan kecepatannya menjadi alasan utama Chelsea dan klub-klub top Eropa memburunya.
Kontribusi Musim Lalu – Statistik Kunci
14 gol dan 12 assist di semua kompetisi.
Membantu Villa finis di empat besar Premier League.
Gelar Liga Europa – menjadi salah satu pemain terbaik turnamen.
Mulai di semifinal Piala Dunia melawan Argentina.
Strategi Chelsea di Bawah Xabi Alonso
Kedatangan Xabi Alonso sebagai manajer Chelsea pada Mei lalu langsung membawa perubahan signifikan. Alonso menjadikan Morgan Rogers sebagai target utama untuk membangun kembali skuad The Blues setelah musim yang mengecewakan – tanpa sepak bola Eropa sama sekali.
Chelsea telah melakukan penjualan strategis untuk mendanai transfer ini, termasuk melepas Marc Cucurella ke Real Madrid dan Andrey Santos ke Manchester United. Jika tawaran masuk untuk Enzo Fernandez yang ingin hengkang, Chelsea akan memiliki dana tambahan. Madrid masih tertarik pada gelandang Argentina tersebut.
Selain Rogers, Chelsea juga dikabarkan memantau Adam Wharton dari Crystal Palace dan Maxence Lacroix, bek asal Prancis yang juga bermain untuk Palace. Langkah ini menunjukkan ambisi besar Alonso untuk membangun kembali kekuatan lini tengah dan pertahanan.
Rencana Aston Villa Setelah Kehilangan Rogers
Villa akan menginvestasikan kembali dana segar dari transfer Rogers. Klub sebelumnya hanya membayar £7 juta plus £8 juta add-ons ke Middlesbrough pada Januari 2024 untuk mendatangkan Rogers. Kini mereka meraup keuntungan besar.
Beberapa pergerakan sudah mulai terlihat. Villa telah menjual Youri Tielemans ke United dan sedang merampungkan kesepakatan Lucas Digne ke Paris Saint-Germain. Selain itu, mereka juga memantau situasi Crysencio Summerville yang diminati banyak klub, termasuk Chelsea dan United.
Dampak Transfer di Pasar Mix Parlay
Dalam dunia taruhan mix parlay, kepindahan Morgan Rogers menjadi sorotan utama. Banyak bandar menyesuaikan odds untuk Chelsea memenangkan trofi musim depan setelah kedatangan pemain bintang ini. Penggemar yang gemar bermain mix parlay bisa mempertimbangkan peluang Chelsea untuk finis di papan atas Premier League atau bahkan bersaing di Liga Champions.
Minat Arsenal dan Klub Lain
Arsenal sempat menunjukkan ketertarikan serius pada Rogers dan telah melakukan kontak dengan Villa pada bulan ini. Namun, Chelsea bergerak lebih cepat berkat hubungan baik dengan agen pemain dan kesiapan finansial. Xabi Alonso meyakinkan Rogers bahwa proyek Chelsea jangka panjang lebih menarik daripada tawaran dari klub London Utara tersebut.
Roma juga ikut meramaikan bursa transfer dengan mengirimkan tawaran £39 juta ke West Ham untuk Crysencio Summerville. Pemain sayap asal Belanda itu juga diminati United, Chelsea, Villa, dan Fulham. Nasib Summerville masih tergantung pada keputusan West Ham yang baru saja terdegradasi ke Championship.
Kesimpulan
Transfer Morgan Rogers ke Chelsea bukan sekadar rekor baru, melainkan pernyataan ambisi The Blues untuk bangkit dari keterpurukan. Dengan biaya £117 juta, Chelsea mendapatkan pemain muda potensial yang sudah terbukti di level tertinggi. Bagi Aston Villa, keuntungan finansial ini menjadi modal untuk membangun kembali skuad. Sementara bagi para penggemar sepak bola dan pengguna mix parlay, pergerakan ini bisa mengubah dinamika persaingan musim depan.