Transfer Folarin Balogun ke Everton resmi batal pada menit-menit akhir hari penutupan bursa transfer. Kegagalan ini membuat manajer David Moyes hanya memiliki satu striker untuk paruh pertama musim ini. Padahal, The Toffees sebelumnya sudah melepas Beto dan Iliman Ndiaye, dua pemain yang kerap mengisi lini depan mereka.
Kabar ini menjadi pukulan telak bagi Everton yang tengah berusaha memperkuat skuad di tengah persaingan ketat Liga Inggris. Klub asal Liverpool itu sejatinya telah menyepakati nilai transfer £40 juta dengan Monaco untuk memboyong pemain timnas Amerika Serikat tersebut. Namun, masalah pada pemeriksaan medis sang pemain membuat kesepakatan itu goyah dan akhirnya ambruk total.
Kronologi Batalnya Transfer Balogun ke Everton
Everton sebenarnya sudah sepakat memboyong Balogun dengan mahar £40 juta, tetapi hasil pemeriksaan medis yang tidak memuaskan membuat transfer ini diragukan. Situasi itu terjadi setelah klub Merseyside tersebut menjual Beto ke Fiorentina dan Iliman Ndiaye ke Manchester City. Dengan begitu, Everton kehilangan dua opsi penyerang sebelum kepastian kedatangan Balogun tuntas.
Struktur kesepakatan pun dinegosiasi ulang pada menit-menit akhir. Monaco akhirnya bersedia menerima pembayaran di muka yang lebih kecil dengan tambahan bonus yang lebih besar, lalu Everton mengajukan deal sheet agar transfer bisa diselesaikan tepat waktu. Sayangnya, pemain berusia 25 tahun itu dikabarkan berubah pikiran dan pergi begitu saja di momen terakhir.
Everton Hanya Punya Satu Striker Murni: Thierno Barry
Dengan batalnya transfer Balogun, Thierno Barry menjadi satu-satunya striker murni yang tersisa di skuad Everton. Kondisi ini jelas menyulitkan David Moyes yang harus meramu lini serang tanpa banyak pilihan. Ditambah lagi, Beto sudah dilepas ke Fiorentina dan Ndiaye resmi berseragam Manchester City.
Kekacauan ini semakin terlihat karena Everton juga sempat mencoba menjual Harrison Armstrong ke Nottingham Forest. Upaya itu menambah kesan bahwa penutupan bursa kali ini sangat kacau. Tekanan terhadap hierarki klub pun semakin besar setelah serangkaian keputusan yang membingungkan para pendukung.
Upaya Terakhir: Pinjaman Zirkzee dan Abraham Ditolak
Sadar stok striker menipis, Everton sempat mencoba memanfaatkan jendela pinjaman untuk menambal lini depan. Klub mengajukan pertanyaan kepada Manchester United mengenai Joshua Zirkzee dan kepada Aston Villa untuk Tammy Abraham. Namun, tawaran pinjaman untuk kedua penyerang tersebut ditolak mentah-mentah.
Penolakan itu membuat Everton kehabisan opsi realistis di hari terakhir bursa. Mereka pun harus bertahan dengan komposisi pemain yang ada hingga jendela transfer berikutnya. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Moyes, yang dituntut tetap kompetitif meski skuadnya timpang di sektor penyerangan.
Rekrutmen Terakhir: Maitland-Niles dan Gagalnya Kenny Tete
Selain masalah di lini depan, Everton juga menghadapi kendala saat mencoba mendatangkan bek kanan Kenny Tete dari Fulham. Kesepakatan senilai £9 juta sebenarnya sudah disetujui kedua klub, tetapi Fulham gagal mendapatkan pengganti yang diinginkan, yaitu Andrei Ratiu dari Rayo Vallecano. Akibatnya, transfer Tete urung terjadi di menit akhir.
Everton akhirnya menuntaskan pencarian bek kanan yang panjang dengan merekrut Ainsley Maitland-Niles dari Lyon. Mantan pemain Arsenal itu ditebus dengan biaya sekitar £4,2 juta dan menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun. Pemain berusia 29 tahun itu diharapkan langsung menambah kedalaman skuad di lini belakang.
Everton Raup Dana Segar dari Penjualan Pemain
Meski belanja pemain berjalan alot, Everton sebenarnya memperoleh dana segar yang cukup besar dari penjualan pemain. Sejumlah pemain hengkang dengan nilai yang bervariasi pada periode yang sama. Berikut rincian pemain yang dilepas pada bursa kali ini:
- Iliman Ndiaye ke Manchester City: £60 juta plus £5 juta dalam bentuk bonus
- Beto ke Fiorentina: £15,5 juta
- Tim Iroegbunam ke Hull City: £15 juta di awal
- Nathan Patterson ke Torino: biaya tidak diungkapkan
Dana segar ini seharusnya bisa menjadi modal penting bagi Everton untuk berburu pemain baru. Namun, kegagalan mendatangkan Balogun membuat sebagian besar perencanaan belanja menjadi berantakan. Manajemen klub pun belum memberikan kepastian arah rekrutmen hingga bursa resmi ditutup.
Grealish Kembali, Secercah Harapan di Tengah Kekacauan
Di tengah buruknya penutupan bursa, Everton masih mendapat kabar baik lewat kembalinya Jack Grealish. Gelandang berusia 30 tahun itu kembali dipinjam dari Manchester City untuk satu musim lagi. Sebelumnya, Grealish menjalani masa pinjaman yang produktif pada 2025-26 sebelum mengalami patah kaki pada Februari dan menutup musimnya lebih cepat.
Grealish, yang kontraknya di City akan habis ketika masa pinjaman ini berakhir pada musim panas mendatang, berpeluang menjalani debut keduanya bersama Everton saat menghadapi Manchester United pada Minggu. Ia pun mengaku sangat bahagia bisa kembali ke klub yang membuatnya merasa dicintai. “Saya merasa berada di versi terbaik saya dalam hidup, bukan hanya sepak bola, ketika saya merasa dicintai,” ujarnya.
“Setiap kali bertemu penggemar Everton, yang ada hanya cinta murni. Ini sangat berarti bagi saya, dan semoga saya membuat sebagian penggemar Everton bahagia. Saya menjalani enam bulan pertama yang sempurna di sini, lalu saya bertahan setelah cedera. Saya menonton semua pertandingan Everton sejak pramusim, dan kini saya siap kembali bermain,” tambah Grealish.
Batalnya transfer Balogun menjadi tamparan besar bagi Everton di bursa musim ini. Dengan hanya satu striker murni di skuad, Moyes harus bekerja ekstra keras menyusun strategi agar tim tetap kompetitif. Kehadiran Grealish setidaknya memberi sedikit warna positif di tengah kekacauan manajemen yang terjadi pada hari terakhir bursa.
Everton kini menatap sisa musim dengan lini depan yang sangat timpang. Laga melawan Manchester United akhir pekan ini akan menjadi ujian awal seberapa jauh tim mampu bertahan. Jika tidak segera menemukan solusi, perjalanan Everton musim ini berisiko berjalan jauh lebih sulit dari yang diharapkan.
