Emery Siap Membangkitkan Aston Villa Lawan Club Brugge

Unai Emery siap membangkitkan Aston Villa lawan Club Brugge pada laga Liga Champions tengah pekan ini. Pelatih asal Spanyol itu menegaskan tidak panik meski start musim Villa sedang berjalan lambat. Ia percaya skuad asuhannya bisa kembali melebihi ekspektasi, seperti yang sudah beberapa kali terjadi dalam beberapa musim terakhir.

Ketenangan Emery bukan tanpa alasan. Aston Villa pernah berada di titik yang lebih buruk dan tetap mampu bangkit. Karena itu, pertandingan kontra Club Brugge menjadi momentum yang dinanti untuk membalikkan arah musim, sekaligus mengingat kembali bagaimana tim ini membangun reputasi di kompetisi Eropa.

Emery Tetap Tenang di Tengah Awal yang Kurang Mulus

Di depan publik, Emery kerap terlihat berapi-api di pinggir lapangan dan tampak seperti ikut menendang setiap bola. Namun di balik pintu tertutup, para pemain Villa justru mengenalnya sebagai sosok paling tenang di ruang ganti. Emery bahkan disebut lebih banyak menuntut setelah kemenangan daripada setelah kekalahan.

John McGinn punya cerita menarik mengenai kebiasaan pelatihnya itu. Pada awal masa kepelatihan Emery di Villa, yang kini sudah berjalan hampir empat tahun, Emery pernah kehilangan ketenangannya saat jeda babak pertama. Ia tidak marah karena performa tim mengecewakan, melainkan karena melihat kaptennya terlalu banyak membentak rekan setim. Menurut Emery, energi McGinn seharusnya digunakan untuk mencari solusi, bukan membuang-buang tenaga.

Sikap seperti ini menggambarkan cara Emery menangani tekanan. Alih-alih panik, ia justru menggandakan metode latihan dan menuntut pemain berpikir jernih. Hal yang sama ia coba terapkan ketika performa tim sedang turun seperti sekarang.

Start Lambat Bukan Hal Baru bagi Aston Villa

Kondisi yang dihadapi Villa musim ini sebenarnya bukan pengalaman pertama. Musim lalu, pada titik yang sama, Aston Villa bahkan belum mengoleksi poin di Premier League dan masih harus menunggu 157 menit untuk mencetak gol pertama. Meski begitu, tim ini berhasil keluar dari tekanan dan kembali tampil di Liga Champions untuk kedua kalinya dalam tiga musim.

Kemenangan perdana pada musim lalu juga baru datang di laga ketujuh di semua kompetisi. John McGinn menjadi pencetak satu-satunya gol dalam kemenangan penting atas Bologna di ajang Eropa. Setelah itu, Villa menjalani rentetan luar biasa dengan meraih 17 kemenangan dari 19 pertandingan.

Emery sendiri mengingatkan para pemainnya untuk tidak melupakan perjalanan panjang itu. “Ketika kami memulai proyek ini, ambisi kami untuk berada di Eropa empat musim beruntun bahkan tidak masuk dalam ekspektasi tertinggi kami,” ujarnya. “Kami menetapkan standar tinggi bersama para pemain, dan sekarang kami ada di sana.”

Kebiasaan Khas Emery Jelang Laga Eropa

Menghadapi Club Brugge, Aston Villa akan memainkan pertemuan keempat dengan tim asal Belgia itu dalam dua tahun terakhir. Emery berharap panggung Eropa kembali menjadi pemicu kebangkitan, seperti yang terjadi musim lalu. Sebab, dalam beberapa kasus, pentas Eropa memang menjadi titik balik bagi tim yang sedang kesulitan di kompetisi domestik.

Sebelum laga-laga penting, Emery memiliki kebiasaan yang sudah sangat dikenal pemainnya. Para pemain biasanya berkumpul sekitar pukul 11.30 untuk mengikuti rapat analisis lawan. McGinn bahkan bercanda bahwa mereka sudah terbiasa dan berjalan masuk ke ruang rapat seperti robot.

Dalam rapat itu, Emery sangat fokus pada positioning pemain dan detail taktik. Salah satu momen yang paling dikenang adalah ketika Jhon Durán meminta keluar di tengah rapat dan menjadi satu-satunya pemain yang pernah melakukannya. Detail-detail kecil semacam inilah yang menjadi ciri khas Emery dalam membangun tim yang konsisten di Eropa.

Dampak bagi Skuad Baru: Integrasi butuh Waktu

Aston Villa sedang berada di tengah transformasi besar-besaran. Sebelas pemain baru datang pada musim panas ini, dan Emery dihadapkan pada tugas membangun ulang tim secepat mungkin. Pada laga melawan Hull akhir pekan lalu, dua rekrutan anyar seperti Zion Suzuki dan Nicolas Jackson langsung dipercaya menjadi starter.

Beberapa pemain baru lain masih harus menunggu kesempatan. Matteo Ruggeri, Aaron Wan-Bissaka, dan Alejandro Garnacho baru tampil dari bangku cadangan. Taylor Harwood-Bellis, yang dibeli dengan harga 25 juta poundsterling, bahkan tidak masuk dalam skuad Liga Champions Villa dan hanya menonton saat timnya bermain di Yorkshire.

Emery dikenal tidak terburu-buru mengintegrasikan pemain baru. Youri Tielemans, misalnya, harus menunggu empat bulan sebelum mendapatkan start pertamanya di Villa. Namun setelah itu, ia menjadi salah satu pemain yang paling sulit digeser dari tim utama. Ini menunjukkan bahwa kesabaran sering kali menjadi kunci dalam skema Emery.

Kunci Aston Villa Lawan Club Brugge: Percaya Diri dan Momentum

Laga kontra Club Brugge bukan hanya soal hasil, tetapi juga tentang mengembalikan kepercayaan diri pemain. Emiliano Buendía, yang sudah menjadi starter dalam empat laga awal Villa, yakin timnya bisa segera berubah. “Ini bukan awal yang kami inginkan, tetapi kami berusaha mengambil hal positif dari setiap pertandingan,” kata pemain asal Argentina itu.

Ada juga catatan yang perlu segera diperbaiki di laga nanti. George Hemmings disebut menjadi satu-satunya pemain Villa yang mencatatkan tembakan mengarah ke gawang musim ini, yaitu pada menit ke-13 saat melawan Hull. Meski begitu, Emery menilai performa tim tidak seburuk hasil yang didapat, terutama setelah Villa menunjukkan permainan menjanjikan di Piala Super melawan Paris Saint-Germain.

Mungkin mudah untuk fokus pada kekurangan, tetapi mengabaikan potensi Villa juga sama kelirunya. Skuad asuhan Emery terus bertambah kuat sejak kekalahan itu. Pemain muda seperti Ibrahim Mbaye disebut-sebut sebagai salah satu rekrutan paling menarik, sementara Johan Manzambi perlahan pulih dari cedera lutut dan bisa tampil akhir pekan nanti.

Menanti Kebangkitan di Pentas Eropa

Semua indikator menunjukkan Aston Villa masih mencari bentuk terbaiknya. Namun jejak rekam Emery membuat banyak orang berpikir dua kali sebelum mencoret tim ini dari daftar kandidat kuat. Sang pelatih selalu menemukan cara untuk membangun kembali tim, terutama ketika panggung Eropa menjadi ajang pembuktian.

Emery sendiri menegaskan bahwa tidak ada jalan pintas menuju performa ideal. “Kami harus membangun ulang tim secepat mungkin. Saya tidak tahu apakah kami butuh waktu atau tidak,” katanya. “Kami terus berkembang, tetapi hasil yang kami inginkan belum datang. Besok adalah ujian baru di Eropa.”

Jika sejarah menjadi pelajaran, Aston Villa tidak boleh dianggap remeh ketika sedang dilanda kesulitan. Laga melawan Club Brugge bisa menjadi awal dari rentetan positif berikutnya.