Chiesa Buka Lembaran Baru di Liverpool
Federico Chiesa mengaku ingin memulai “babak baru” di Liverpool di bawah asuhan manajer baru Andoni Iraola. Pemain sayap Italia itu mengalami masa frustrasi selama ditangani Arne Slot musim lalu, dan kini berharap peluangnya bermain lebih banyak terbuka lebar.
Meski mencatatkan 36 penampilan musim lalu, Chiesa hanya menjadi starter dalam lima pertandingan. Salah satu starter di Premier League terjadi saat Liverpool mengalami krisis cedera di lini depan, dan start terakhirnya adalah di kemenangan FA Cup atas Brighton pada 14 Februari.
Ketidakpuasan di Bawah Arne Slot
Pemain berusia 28 tahun itu menegaskan bahwa ia selalu berusaha memberikan yang terbaik, termasuk saat masih di bawah arahan Slot. Namun, ia merasa siap untuk peran yang lebih besar, tetapi keputusan tetap ada di tangan pelatih. “Saya merasa siap, tetapi itu tergantung pelatih apakah ia menginginkan saya bermain atau tidak,” ujar Chiesa.
Ia menambahkan bahwa pelatih memiliki rencana permainan sendiri dan ia tidak mempermasalahkannya. Kini dengan hadirnya Iraola, Federico Chiesa melihat ini sebagai awal baru yang perlu ia manfaatkan sebaik mungkin.
Belum Bicarakan Masa Depan dengan Iraola
Meski optimistis, Chiesa mengaku belum berbicara secara spesifik tentang perannya bersama Iraola. “Satu-satunya percakapan yang saya lakukan dengannya adalah soal pressing dan taktik. Ia menempatkan saya sebagai striker saat melawan Sunderland, dan ia menginginkan saya di posisi itu,” jelas mantan pemain Juventus tersebut.
Ketika ditanya soal kemungkinan kembali ke Serie A—dengan Como dan Juventus dikaitkan—Federico Chiesa menegaskan prioritasnya adalah membuktikan diri di Liverpool. “Saat ini saya bahagia di sini. Saya cinta klub, fans, dan segalanya. Saya lakukan yang terbaik untuk mendapatkan kesempatan,” katanya.
Liverpool Beruntung Lolos ke Liga Champions
Musim lalu Liverpool nyaris gagal lolos ke Liga Champions, dan Chiesa mengaku klub harus berterima kasih pada keberuntungan. “Liverpool layak mendapat lebih. Dua tahun lalu kami juara Premier League, musim lalu kami hampir kehilangan posisi Liga Champions. Kami bertarung untuk peringkat kelima, yang saat itu cukup, tapi biasanya hanya empat yang lolos. Kami beruntung,” tegasnya.
Ia menambahkan tim harus tampil lebih baik musim ini, baik di Liga Champions maupun Premier League, setelah tersingkir oleh PSG di Liga Champions musim lalu. “Kami ingin melangkah lebih jauh,” pungkas Chiesa.
Target Kembali ke Timnas Italia
Selain fokus di klub, Federico Chiesa juga berharap bisa merebut kembali tempatnya di skuad Italia. Ia absen dalam beberapa pemanggilan karena kebugaran fisik dan cedera. “Saya berbicara dengan pelatih Gennaro Gattuso, saat itu saya belum siap secara fisik. Ketika kembali pada Maret, saya cedera. Tapi saya menantikan bermain untuk tim nasional. Saya pernah menang bersama mereka (Euro 2020), dan selalu menyenangkan bermain dan menang untuk tim sendiri,” tutup Chiesa.
