Pratinjau Sunderland Premier League: Ujian Kedua Le Bris

Pratinjau Sunderland Premier League musim 2026-27 kali ini mengangkat satu pertanyaan besar: akankah tim asuhan Régis Le Bris mampu membuktikan bahwa finis ketujuh musim lalu bukan sekadar keberuntungan? Sunderland kini bersiap tampil di kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sejak petualangan singkat di Piala Winners pada 1973-74. Status anyar sebagai kontestan Liga Europa sekaligus menjadi ujian terhadap konsistensi dan kedalaman skuad The Black Cats.

Para penulis Guardian memprediksi Sunderland akan finis di peringkat ke-14 musim ini, sebuah koreksi wajar setelah performa di atas ekspektasi musim lalu. Namun banyak pula analis yang mengingatkan bahwa statistik XG Sunderland musim lalu sebenarnya mirip tim degradasi. Perlu dicatat, klub kehilangan enam pemainnya saat Piala Afrika pada musim dingin, dan tidak ada satu pun pemain kunci yang dijual pada bursa musim panas ini.

Pratinjau Sunderland Premier League: Kinerja Musim Lalu

Sunderland menutup musim 2025-26 di peringkat ketujuh, pencapaian yang nyaris tidak ada yang memperkirakan ketika mereka promosi dari Championship melalui jalur playoff. Le Bris, yang membawa timnya juara playoff Championship 2025, langsung membuktikan diri mampu bersaing di level tertinggi sejak awal musim. Dua kemenangan liga atas Newcastle United semakin mempermanis catatan musim perdana pelatih asal Prancis itu.

Sepanjang perjalanan, Le Bris bahkan disebut “memarkir tanknya di halaman depan Newcastle” berkat kemenangan ganda atas rival sekota tersebut. Padahal, pria 50 tahun yang gemar berselancar di pantai Brittany ini baru menangani tim utama sejak 2022. Sebelumnya, ia menghabiskan satu dekade sebagai pelatih muda yang sangat dihormati di Lorient.

Faktor Granit Xhaka dan Kualitas Skuad

Kunci ketenangan Sunderland musim ini adalah keputusan Granit Xhaka bertahan di Stadium of Light. Kapten tim asal Swiss itu sempat menjadi incaran serius Chelsea, namun akhirnya memilih kembali menjalani hidup di Sunderland. Kehadirannya di lini tengah menjadi fondasi bagi permainan tim yang mengandalkan penguasaan bola.

Selain Xhaka, skuad Sunderland dihiasi sejumlah pemain berkualitas tinggi:

  • Enzo Le Fée, gelandang serang favorit penggemar;
  • Chris Rigg, Robin Roefs, dan Noah Sadiki, trio muda berbakat;
  • Nordi Mukiele yang tangguh di lini belakang;
  • Brian Brobbey, centre-forward bertipe kuat yang enggan ditandai siapa pun.

“Kami tumbuh bersama,” ujar Le Bris. “Kami sudah menunjukkan bahwa tim ini kuat.” Semangat itulah yang diharapkan mampu membawa The Black Cats melewati padatnya jadwal musim ini.

Tantangan Bermain Kamis Malam

Le Bris mengakui bahwa bermain di Liga Europa dengan jadwal Kamis malam akan menjadi tantangan tersendiri bagi klub yang baru bermain di League One pada 2022. Namun ia menegaskan, pengalaman ini harus dinikmati, bukan ditakuti. Kedalaman skuad yang fleksibel dengan banyak pemain serbabisa menjadi modal penting menghadapi padatnya jadwal.

Sunderland musim lalu kehilangan enam pemain saat Piala Afrika, sebuah pelajaran berharga tentang pentingnya rotasi. Kini dengan jadwal tambahan di Eropa, manajemen dituntut cermat mengatur kebugaran pemain. Kabar baiknya, semangat tim disebut sangat solid dan pramusim berjalan meyakinkan.

Di Balik Lapangan: Kepemilikan dan Arah Komersial Baru

Sunderland mayoritas dimiliki oleh pengusaha Swiss-Prancis berusia 29 tahun, Kyril Louis-Dreyfus, putra mendiang pemilik Marseille, Robert Louis-Dreyfus. Ia memegang 64 persen saham, sementara pengusaha sekaligus politikus asal Uruguay, Juan Sartori, memegang 36 persen sisanya. Hubungan erat antara Le Bris dan direktur sepak bola Florent Ghisolfi turut menjaga stabilitas di dalam lapangan.

Namun setahun terakhir membawa banyak perubahan di luar lapangan, dengan sejumlah eksekutif kunci diganti seiring strategi komersial yang mengarah ke pasar internasional. Tim melakukan tur ke Amerika Serikat pada musim panas ini, sementara upaya pemasaran juga difokuskan ke Afrika. Kesepakatan sponsor di bagian depan jersey dengan Visit Ghana, yang disebut menguntungkan namun kontroversial, hampir final.

Hubungan antara pemilik dan penggemar sempat diwarnai kecurigaan ketika Louis-Dreyfus mengambil alih pada 2021, namun kini ia telah mendapatkan kepercayaan suporter. Para pendukung terkesan dengan langkahnya menghubungi Xhaka dan meyakinkan kapten Swiss itu bergabung dari Bayer Leverkusen musim panas lalu. Di sisi lain, kebijakan corporate hospitality yang meningkat dan skema keanggotaan baru yang memicu perdebatan membuat sebagian pemegang musiman terpolarisasi.

Rekrutan Senior dan Satu Nama Muda

Thomas Meunier menjadi satu-satunya rekrutan Sunderland pada bursa musim panas ini, setidaknya sampai tulisan ini dibuat. Bek kanan asal Belgia berusia 34 tahun itu datang dengan status bebas transfer dari Lille, setelah tahun lalu upaya merebutnya gagal. Dengan 83 caps bersama Belgia dan pengalaman membela Paris Saint-Germain serta Borussia Dortmund, Meunier diharapkan menjadi pemimpin di Liga Europa.

Situasi ini kontras dengan musim lalu ketika Sunderland mendatangkan 14 wajah baru, dan setidaknya dua rekrutan lagi diharapkan tiba sebelum bursa ditutup. Meunier akan bersaing dengan Mukiele dan Trai Hume untuk posisi bek kanan. Sementara itu, nama Tom Proctor layak dipantau: remaja 17 tahun putra pelatih tim utama dan mantan penyerang Michael Proctor itu bergabung dengan akademi Sunderland pada usia enam tahun. Ia ikut dalam tur pramusim ke AS dan berpeluang menjalani debut kompetitifnya musim ini.

Statistik XG dan Dampak Piala Dunia

Jika pertandingan ditentukan oleh metrik expected points Opta, Sunderland seharusnya terdegradasi musim lalu. Kenyataannya, mereka justru bersiap tampil di Liga Europa setelah finis 11 posisi lebih tinggi dari yang ditunjukkan angka XG. Ini adalah selisih terbesar antara performa statistik dan hasil akhir dibanding tim mana pun di lima liga top Eropa.

Sunderland juga mencatatkan kehadiran 12 pemain di Piala Dunia, lebih banyak dari Real Madrid. Wilson Isidor mencetak gol pertama Haiti di Piala Dunia sejak 1974, sementara Brobbey tiga kali membobol gawang lawan untuk Belanda. Bergabungnya Meunier, yang membela Belgia di turnamen tersebut, semakin mempertegas ambisi klub di panggung global.

Sunderland musim ini berada di persimpangan: antara membuktikan bahwa statistik tidak selalu berbicara atau justru menegaskan bahwa XG adalah alarm yang tidak bisa diabaikan. Dengan Xhaka yang setia, skuad yang percaya diri, dan rekrutan berpengalaman seperti Meunier, mereka punya modal untuk bersaing di papan tengah sambil menikmati panggung Eropa. Prediksi peringkat ke-14 dari Guardian mungkin terdengar realistis, tetapi tim asuhan Le Bris terbiasa melampaui ekspektasi.